Selasa, 20 Agustus 2013

Suatu hari di lembah kupu-kupu

"Kita sudah sampai Debi"....kata Roy sambil menghentikan motornya .Debi turun dari boncengan Roy.Sejenak ia tertegun memandang pemandangan yang terpampang didepan matanya.Gunung tampak menjulang ,,alang alang yang seperti lautan,,burung berkejaran dan aneka kupu-kupu berterbangan ,,...tempat inikah yang dinamakan lembah kupu-kupu? Debi berdecak kagum .
"Bagaimana indah bukan?" tanya Roy ..tiba-tiba Debi cuma mengangguk angguk saking terpesonanya ...
sejenak keduanya membisu,,menikmati semilir angin yang sejuk mengusap tubuh mereka
"Debi ...kamu tahu nggak ..kenapa aku ajak kamu kesini?"...
"nggak" jawab Debi agak berdebar,karena sejak ia dekat dengan Roy ,,Debi jadi tahu kalau Roy adalah cowok romantis yang suka kasih kejutan apa lagi yang akan dia lakukan ...hening...Roy menghela nafas panjang...
"memangnya ada apa ?" tanya Debi memecah keheningan
"Aku ingin mengatakan ....kalau sebaiknya kita putus aja" jawab Roy mantap...Debi tertegun ...otaknya masih mencerna ucapan Roy barusan .
"Sorry ..aku sebenarnya mendekati kamu untuk memenangkan taruhan" ucap Roy seperti berbisik....
beberapa kali Debi menghela nafas menentramkan jantungnya yang berdebar kencang....tapi tiba-tiba ia tersenyum manis,,Roy jadi heran..
"hey kenapa kamu?..kamu sedih?" ...tanya Roy diantara keherananya ,,,biasanya reaksi cewek yang diputus cinta olehnya ,kalau tidak sedih ya marah besar ,,tapi ini kenapa malah senyum ,,dimana sedihnya ?
"Terima kasih" ucap debi seolah tanpa beban .
"untuk apa?" Roy masih heran..Tiba-tiba angin berhembus kencang..debi merapatkan jaketnya ...ditatapnya Roy lurus dimatanya..
"karena sebenarnya aku ngedeketin kamu juga nggak tulus mencintai..aku malah takut menyinggung perasaanmu jika aku bilang putus duluan"...suara debi agak gemetar,..Roy terpaku ,jadi selama jalan denganya Debi selingkuh? batin Roy mulai gamang..
"aku ngedeketin kamu supaya nantinya aku bisa deket dengan Vino..."jelas Debi yang membuat Roy salah tingkah
"Vino?" ulang Roy tak yakin..
"iya Vino sahabatmu itu?"...hening sejenak ,Debi merasa lega sudah memaparkan perasaan yang selama ini di pendamnya rapat-rapat dalam hatinya ..kenyataan yang dia dapat ketika dekat dengan roy membuat Debi punya kesimpulan kalau Roy bukan orang yang tepat untuknya ..sedari semula Debi memang ada hati pada Vino
"Apa kamu tahu kalau Vino yang merencanakan taruhan untuk memacari kamu ,,dan dia sudah bertaruh banyak untuk ini semua?" kata Roy keki,dia tiba-tiba merasa ingin menyakiti hati cewek ini..Debi agak kaget matanya sampai melotot,tapi tiba-tiba dia tertawa terpingkal-pingkal
"ha..ha..ha.." tertawa Debi begitu keras sampai mengagetkan burung-burung dan kupu-kupu yang semakin ramai  berterbangan menjauhinya..
"Debi...kamu kenapa?kamu tidak jadi gila kan?" Roy menatap Debi khawatir ,Debi semakin keras tertawa..
"nggak..nggak jangan kuatir..aku tidak gila "jawab Debi setelah tertawa nya reda
"kenapa jatuh cinta sama Vino?dia itu tidak tampan ..juga tidak pintar..Vino itu cuma ...duitnya aja yang banyak ."
"kalau Vino tidak tampan dan banyak duit itu benar ..tapi siapa bilang dia tidak pintar?buktinya kamu yang katamu otak brilian mampu di permainkan olehnya"
"apa maksudmu?" tanya Roy penasaran
"Vino dengan duitnya sangat bisa mengendalikankamu buat menghibur dirinya ,,menyaksikan kamu bersusah payah melakukan berbagai cara buat menaklukan hati cewek-cewek ,,bukankah itu sangat menghiburnya?" ucap Debi lirih ,tapi ucapan Debi membuat tamparan yang luar biasa menyakitkan hati Roy ..memang ada benarnya sih...batin Roy mengakui..
"tapi tenang aja roy ..bukan karena Vino banyak duit aku suka dia..tapi karena aku juga tidak tahu kenapa aku suka sama Vino ...tidak ada alasan yang tepat untuk menjelaskan perasaanku" ucap Debi melan kolis ,Roy menangkap kesungguhan pada nada bicaranya..
"Debi...aku minta ma'af ." ujar Roy tulus karena tadinya ingin menyakiti hati Debi
"untuk apa?" kamu sama sekali tidak bersalah ,,kalau pun kamu merasa bersalah kamu cukup menebusnya dengan ngedeketin aku sama Vino "kata Debi cerdik ...Roy cuma mengangguk kan kepala dengan lesu..kali ini aku benar-benar kena batu nya ..batin Roy...
bersambung...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar