Minggu, 25 Agustus 2013

Ada Cerita di Bawah pohon flamboyan Part2

"Hai..." sapa Nadine hati-hati namun tak bisa menyembunyikan kegembiraan yang terpancar di wajahnya...Hans cuma menatapnya diam mematung, tapi Nadine tak menanggapinya.,,selama ini ia diliputi perasaan bersalah dan setelah sekian lama mencarinya tak ketemu....apalah artinya semua ini? yang ada hatinya tetap saja gembira
"Hans...tiap hari aku mencarimu..."
"aku tahu" tukas Hans tajam ,Nadine terdiam jadi selama ini Hans tahu dia mencarinya ? tapi malah bersembunyi tak mau menemuinya? ..ah... sudalah aku memang bersalah padanya
"Hans...aku minta ma'af" suara Nadine lirih dan bergetar
"untuk apa?" suara Hans masih tetap tajam ,Nadine masih mencoba bersabar...
"aku sudah pindah ke kuala lumpur tanpa mengatakan padamu ,sebenarnya sih aku sudah sms tapi kamu tak pernah balas "jelas Nadine tanpa berani menatap mata Hans yang mennurutnya seperti intimidasi,, sejenak suasana menjadi hening
"aku kecewa sama kamu "suara Hans memecah keheningan
"aku minta ma'af" suara Nadine lirih ditundukkan wajahnya dalam dalam hatinya penuh penyesalan
"hari itu sa'at kamu berangkat ke kuala lumpur sebenarnya aku akan maengungkapkan perasaanku pada kamu" kata Hans tertekan ...nadine terdongak menatap Hans tak percaya aneh hatinya tiba-tiba menjadi berbunga-bunga tapi bersamaan dengan itu perasaan menyesalnya menjadi semakin menggunung
"mengungkapkan perasaan apa?"Nadine penasaran.
"Perasaan apa lagi ...kalau bukan perasaan sayang sama kamu!".Ucap Hans keki.Nadine jadi ingin tertawa melihat ekspresi Hans saat ini,tapi ditahannya sekuat mungkin.Ini adalah Hans yang dikenalnya dulu ...jujur dan suka ceplas ceplos.
"Ngapain kamu tertawa". sentak Hans mengagetkan Nadine.
"Perasaan aku nggak tertawa!". jawab Nadine cepat,karena yakin dia tidak sedang tertawa,bahkan senyum aja enggak.
"Bibirmu memang nggak tertawa,tapi matamu itu kelihatan jelas kalau kamu lagi tertawa".Ucap Hans kesal.
Kali ini Nadine tidak bisa lagi menahan tertawanya...dari dulu Hans memang paling tahu suasana hatinya.
"Kamu menertawakan ungkapan perasaanku ya??".
"Ah...enggak...enggak tapi apa semua itu masih tetap berlaku sampai detik ini??".Tanya Nadin agak berdebar.
Wajah Hans tiba-tiba menjadi lembut.
"Sebenarnya aku ingin menghilangkan perasaan itu....tapi hingga saat ini aku tidak bisa membuatnya pergi jauh dari hatiku.Tampaknya perasaan ini betah tinggal di sini". Hans menunjuk dadanya sendiri.
Suasana menjadi hening,masing masing berusaha menentramkan dadanya yang berdentum  tidak karuan.
"Bagaimana?? diterima nggak perasaan cintaku?".Ujar Hans seperti memaksa ,seolah yakin benar kalau Nadine bakal menerima cintanya.
Nadine tersenyum,baru kali ini mendengar pernyataan cinta yang nggak ada romantis romantisnya.Tapi tak apalah karena dari dulu Nadin juga menyimpan perasaan yang sama dengan Hans.
"Coba kamu ulang dengan kata-kata yang romantis pasti aku terima"bisik Nadine,takut suaranya terdengar mahasiswa mahasiswi yang mulai ramai bersliweran,karena ini jam istirahat.
"Itu artinya cintaku sudah diterima,aku nggak bakal buat kata-kata yang romantis,karena kamu sendiri tahu kalau aku nggak bisa membuatnya".
Akhirnya meledaklah tawa mereka berdua.....sempat mengagetkan mahasiswa mahasiswi yang lalu lalang.Tapi mereka tidak perduli.
Yang mereka rasakan saat ini adalah indahnya kebahagiaan yang bersemayam di hati.....

The end.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar