Kamis, 19 September 2013
Minggu, 25 Agustus 2013
Ada Cerita di Bawah pohon flamboyan Part2
"Hai..." sapa Nadine hati-hati namun tak bisa menyembunyikan kegembiraan yang terpancar di wajahnya...Hans cuma menatapnya diam mematung, tapi Nadine tak menanggapinya.,,selama ini ia diliputi perasaan bersalah dan setelah sekian lama mencarinya tak ketemu....apalah artinya semua ini? yang ada hatinya tetap saja gembira
"Hans...tiap hari aku mencarimu..."
"aku tahu" tukas Hans tajam ,Nadine terdiam jadi selama ini Hans tahu dia mencarinya ? tapi malah bersembunyi tak mau menemuinya? ..ah... sudalah aku memang bersalah padanya
"Hans...aku minta ma'af" suara Nadine lirih dan bergetar
"untuk apa?" suara Hans masih tetap tajam ,Nadine masih mencoba bersabar...
"aku sudah pindah ke kuala lumpur tanpa mengatakan padamu ,sebenarnya sih aku sudah sms tapi kamu tak pernah balas "jelas Nadine tanpa berani menatap mata Hans yang mennurutnya seperti intimidasi,, sejenak suasana menjadi hening
"aku kecewa sama kamu "suara Hans memecah keheningan
"aku minta ma'af" suara Nadine lirih ditundukkan wajahnya dalam dalam hatinya penuh penyesalan
"hari itu sa'at kamu berangkat ke kuala lumpur sebenarnya aku akan maengungkapkan perasaanku pada kamu" kata Hans tertekan ...nadine terdongak menatap Hans tak percaya aneh hatinya tiba-tiba menjadi berbunga-bunga tapi bersamaan dengan itu perasaan menyesalnya menjadi semakin menggunung
"mengungkapkan perasaan apa?"Nadine penasaran.
"Perasaan apa lagi ...kalau bukan perasaan sayang sama kamu!".Ucap Hans keki.Nadine jadi ingin tertawa melihat ekspresi Hans saat ini,tapi ditahannya sekuat mungkin.Ini adalah Hans yang dikenalnya dulu ...jujur dan suka ceplas ceplos.
"Ngapain kamu tertawa". sentak Hans mengagetkan Nadine.
"Perasaan aku nggak tertawa!". jawab Nadine cepat,karena yakin dia tidak sedang tertawa,bahkan senyum aja enggak.
"Bibirmu memang nggak tertawa,tapi matamu itu kelihatan jelas kalau kamu lagi tertawa".Ucap Hans kesal.
Kali ini Nadine tidak bisa lagi menahan tertawanya...dari dulu Hans memang paling tahu suasana hatinya.
"Kamu menertawakan ungkapan perasaanku ya??".
"Ah...enggak...enggak tapi apa semua itu masih tetap berlaku sampai detik ini??".Tanya Nadin agak berdebar.
Wajah Hans tiba-tiba menjadi lembut.
"Sebenarnya aku ingin menghilangkan perasaan itu....tapi hingga saat ini aku tidak bisa membuatnya pergi jauh dari hatiku.Tampaknya perasaan ini betah tinggal di sini". Hans menunjuk dadanya sendiri.
Suasana menjadi hening,masing masing berusaha menentramkan dadanya yang berdentum tidak karuan.
"Bagaimana?? diterima nggak perasaan cintaku?".Ujar Hans seperti memaksa ,seolah yakin benar kalau Nadine bakal menerima cintanya.
Nadine tersenyum,baru kali ini mendengar pernyataan cinta yang nggak ada romantis romantisnya.Tapi tak apalah karena dari dulu Nadin juga menyimpan perasaan yang sama dengan Hans.
"Coba kamu ulang dengan kata-kata yang romantis pasti aku terima"bisik Nadine,takut suaranya terdengar mahasiswa mahasiswi yang mulai ramai bersliweran,karena ini jam istirahat.
"Itu artinya cintaku sudah diterima,aku nggak bakal buat kata-kata yang romantis,karena kamu sendiri tahu kalau aku nggak bisa membuatnya".
Akhirnya meledaklah tawa mereka berdua.....sempat mengagetkan mahasiswa mahasiswi yang lalu lalang.Tapi mereka tidak perduli.
Yang mereka rasakan saat ini adalah indahnya kebahagiaan yang bersemayam di hati.....
The end.
"Hans...tiap hari aku mencarimu..."
"aku tahu" tukas Hans tajam ,Nadine terdiam jadi selama ini Hans tahu dia mencarinya ? tapi malah bersembunyi tak mau menemuinya? ..ah... sudalah aku memang bersalah padanya
"Hans...aku minta ma'af" suara Nadine lirih dan bergetar
"untuk apa?" suara Hans masih tetap tajam ,Nadine masih mencoba bersabar...
"aku sudah pindah ke kuala lumpur tanpa mengatakan padamu ,sebenarnya sih aku sudah sms tapi kamu tak pernah balas "jelas Nadine tanpa berani menatap mata Hans yang mennurutnya seperti intimidasi,, sejenak suasana menjadi hening
"aku kecewa sama kamu "suara Hans memecah keheningan
"aku minta ma'af" suara Nadine lirih ditundukkan wajahnya dalam dalam hatinya penuh penyesalan
"hari itu sa'at kamu berangkat ke kuala lumpur sebenarnya aku akan maengungkapkan perasaanku pada kamu" kata Hans tertekan ...nadine terdongak menatap Hans tak percaya aneh hatinya tiba-tiba menjadi berbunga-bunga tapi bersamaan dengan itu perasaan menyesalnya menjadi semakin menggunung
"mengungkapkan perasaan apa?"Nadine penasaran.
"Perasaan apa lagi ...kalau bukan perasaan sayang sama kamu!".Ucap Hans keki.Nadine jadi ingin tertawa melihat ekspresi Hans saat ini,tapi ditahannya sekuat mungkin.Ini adalah Hans yang dikenalnya dulu ...jujur dan suka ceplas ceplos.
"Ngapain kamu tertawa". sentak Hans mengagetkan Nadine.
"Perasaan aku nggak tertawa!". jawab Nadine cepat,karena yakin dia tidak sedang tertawa,bahkan senyum aja enggak.
"Bibirmu memang nggak tertawa,tapi matamu itu kelihatan jelas kalau kamu lagi tertawa".Ucap Hans kesal.
Kali ini Nadine tidak bisa lagi menahan tertawanya...dari dulu Hans memang paling tahu suasana hatinya.
"Kamu menertawakan ungkapan perasaanku ya??".
"Ah...enggak...enggak tapi apa semua itu masih tetap berlaku sampai detik ini??".Tanya Nadin agak berdebar.
Wajah Hans tiba-tiba menjadi lembut.
"Sebenarnya aku ingin menghilangkan perasaan itu....tapi hingga saat ini aku tidak bisa membuatnya pergi jauh dari hatiku.Tampaknya perasaan ini betah tinggal di sini". Hans menunjuk dadanya sendiri.
Suasana menjadi hening,masing masing berusaha menentramkan dadanya yang berdentum tidak karuan.
"Bagaimana?? diterima nggak perasaan cintaku?".Ujar Hans seperti memaksa ,seolah yakin benar kalau Nadine bakal menerima cintanya.
Nadine tersenyum,baru kali ini mendengar pernyataan cinta yang nggak ada romantis romantisnya.Tapi tak apalah karena dari dulu Nadin juga menyimpan perasaan yang sama dengan Hans.
"Coba kamu ulang dengan kata-kata yang romantis pasti aku terima"bisik Nadine,takut suaranya terdengar mahasiswa mahasiswi yang mulai ramai bersliweran,karena ini jam istirahat.
"Itu artinya cintaku sudah diterima,aku nggak bakal buat kata-kata yang romantis,karena kamu sendiri tahu kalau aku nggak bisa membuatnya".
Akhirnya meledaklah tawa mereka berdua.....sempat mengagetkan mahasiswa mahasiswi yang lalu lalang.Tapi mereka tidak perduli.
Yang mereka rasakan saat ini adalah indahnya kebahagiaan yang bersemayam di hati.....
The end.
Sabtu, 24 Agustus 2013
Ada Cerita di Bawah pohon Flamboyan part 1
"apa??? harus pindah lagi".tanya Nadine antara marah dan kecewa..mamanya mengangguk pelan seolah mengerti apa yang dipikirkan Nadine,di belainya rambut putrinya dengan sayang
"tapi Nadine baru saja dapat teman...mama tahu nggak?cari teman bagi Nadine itu sulitnya minta ampun " keluh Nadine separuh menangis..
"mama tahu sayang ,,,tapi mau bagaimana lagi ....inikan sudah menjadi tugas papa" jawab mamanya seperti berbisik ..kini Nadine benar-benar tersisak di pelukan mama ..terbayang wajah Hans yang belum lama menjadi temanya ..mungkin satu-satu nya teman yang dekat denganya,,tempat curhat,tempat dia berbagi suka dan duka..tak ada teman yang sebaik Hans
"kok dari tadi ngeliatin aku terus?" tanya Hans tiba-tiba.dan langsung membuat Nadine salah tingkah
"ahh...enggak kok" jawabnya tersipu..
"ada problem? hari ini kamu gak sepeti biasa?" tanya Hans sambil menatap lurus ke mata Nadine ..Nadine cuma menggeleng bimbang..
besok Nadine akan pindah ke malaysia ..ia sebenarnya ingin mengatakan ya pada Hans,tapi takut ....takut kalau Hans jadi sedih terlebih lagi dirinya pasti akan kelihatan lebay dihadapan Hans kalau memperlihatkan kesedihanya..itulah sebabnya sedari tadi Nadine melihat wajah Hans terus,,seolah ingin mengukir wajah itu direlung hatinya terdalam,,karena ia sama sekali tak ingin melupakan wajah itu ..wajah sahabat yang pernah dimilikinya.
"kenapa? naksir ya?"canda Hans memecah keheningan .Nadine jadi ikut tertawa geli melihat mata Hans yang terlihat kocak.
"ih...ngarep.."jawabanya seraya mencubit lengan Hans gemes
"hei ...sakit tau" teriak Hans kesakitan ,,rupanya Nadine terlalu keras mencubit..dan memang sengaja ,,,supaya Hans kelak mengingat cubitan itu dan mengingatnya....
aku critain kepindahanku atau tidak yaa?? batin Nadine bimbang ..tapi kan aku bisa telephonatau BBM dia kalau ingin ngobrol atau saling curhat..tapi keinginan Nadine jadi pupus ketika Hans dengan bersemangat menceritakan komik yang baru dibacanya nadine mendengar cerita hans dengan separuh hati ..konsentrasinya terpecah dengan keinginanya..dan akhirnya hari itu ia tak jadi menceritakan kepindahanya
kini Nadine sudah tiba di Malaysia tepatnya di Kuala lumpur . Tiap menit ,bahkan tiap detik ia mencoba menelpon dan sms hans,tapi tidak pernah dibalas.tubuhnya menjadi lemas...separuh jiwanya seakan melayang ketika otaknya membuat kesimpulan bahwa dia sudah kehilangan sahabat sejatinyaHans pasti marah besar padanya....
Air mata Nadine tiba tiba jatuh begitu saja,tanpa bisa dikendalikan.Tadinya setelah di Kuala Lumpur dia akan telephon Hans menceritakan dan alasan kenapa tidak cerita pada Hans tentang kepiindahannya...tapi Hans ternyata benar-benar tidak mau berurusan dengannya lagi.....
Hans maafkan aku batin Nadine menjerit membelah angkasa...
Tahun demi tahun dilalui Nadine tanpa kejadian yang berarti,tanpa adanya sahabat disampingnya.Sampai hari ini ayahnya sudah selesai menjalankan tugasnya sebagai duta besar di Negeri Jiran ini.Dan hari ini juga Nadine sekeluarga kembali ke negara tercinta Indonesia.
Dada Nadine berdebar kencang ketika menginjakkan kakinya di Bandara Soekarno-Hatta. Indonesia ...mengingatkannya pada sosok Hans sahabatnya semasa kecil
Akankah aku bertemu Hans? rasanya mustahil batin Nadine gamang,karena dulu Nadine ketemu Hans di Bandung...dan sekarang keluarganya akan tinggal di Jakarta.
"Kita sudah sampai sayang ".Kata mama Nadine membuyarkan lamunannya.Taksi yang ditumpanginya berhenti di depan sebuah rumah berwarna kuning dan berpagar tinggi.
"Ini rumah baru kita ya Ma?".Tanya Nadine penasaran.Mama dan Papanya mengangguk serempak
"tentu saja ....ayo kita turun...".Ajak Mama Nadine sambil mengemasi barang-barang bawaannya
Nadine menghela nafas lega.Barusan dia dia mengetahui kalau dirinya diterima di Universitas Tri sakti dari dulu ia memang punya cita-cita kuliah di sini,dan sekarang kesampaian
Langkahnya terhenti di sebatang pohon flamboyan yang sedang berbunga indah sekali...pohon ini mengingatkannya pada Hans...dulu mereka suka sekali duduk di bawah pohon flamboyan di dekat rumah hans,saling berbagi cerita,bercanda kadang juga bertengkar sengit,sampai tidak saling sapa beberapa hari...tapi kemudian baikan lagi
Tanpa disadarinya senyumnya mulai mengembang ketika mengingat kenangan itu...tapi senyum itu tiba-tiba menghilang ketika dari belakang seseorang menubruknya dengan keras,buku-buku yang dibawahnya otomatis berjatuhan
"Maaf...maaf".Kata cowok itu sambil memunguti buku-buku Nadin.
"Maaf...aku terburu-buru....".cowok itu menyerahkan buku-buku itu pada Nadine...kalimatnya terputus ketika dia sadar siapa yang ada di hadapannya.Nadine juga memandang takjub
"Hans..!!".seru Nadine gembira,seraya menerima buku yang disodorkan Hans.Hans terlihat mengatupkan rahangnya dengan keras.Pandangannya menjadi dingin,sedingin salju,lantas buru-buru cowok itu berlalu.
"hans...Hans ".Panggil Nadin,seraya mengejar langkah cowok itu.Tapi langkahnya kalah cepat dengan langkah Hans.Nadin ter tinggal jauh dan hanya mampu menatap Hans yang menghilang dibalik koridor kampus.
Hans kuliah di Tri Sakti juga ???...ini benar benar kejutan yang menyenangkan...apakah Hans juga bertempat tinggal di Jakarta juga?? dan seperti dugaannya Hans masih marah padanya.
Maafkan aku Hans ...batin Nadine sedih matanya tiba-tiba berkaca-kaca...buru buru ia mengusapnya dengan ujung lengan bajunya.
Muncul keinginan yang tiba tiba terbersit di kepalanya.Aku ingin cari Hans...ingin minta maaf padanya.
sejak pertemuan itu ,hampir tiap hari Nadine meluangkan waktunya untuk mencari Hans,tapi sampai sejauh ini hasilnya nihil ,Hans seolah menghilag begitu saja....Nadin hampir putus asa.
Siang ini Ia sengaja menuju pohon flamboyan tempat pertemuannya kembali dengan Hans.
Nadin duduk disebuah batu yang cukup besar dibawah pohon itu.Nyaman sekali udara disini...batin Nadin seraya menikmati semilir angin yang mengusap wajahnya.
Dibukanya buku yang berisi catatan mata kuliah yang menurutnya agak membingungkan.Entah sudah berapa lama ia membaca ketika Nadine menyadari ada seseorang yang duduk diam diam disampingnya.Dan ketika ia menoleh ,didapatinya Hans yang menatapnya dengan pandangan yang sulit untuk diartikan.
BERSAMBUNG
"tapi Nadine baru saja dapat teman...mama tahu nggak?cari teman bagi Nadine itu sulitnya minta ampun " keluh Nadine separuh menangis..
"mama tahu sayang ,,,tapi mau bagaimana lagi ....inikan sudah menjadi tugas papa" jawab mamanya seperti berbisik ..kini Nadine benar-benar tersisak di pelukan mama ..terbayang wajah Hans yang belum lama menjadi temanya ..mungkin satu-satu nya teman yang dekat denganya,,tempat curhat,tempat dia berbagi suka dan duka..tak ada teman yang sebaik Hans
"kok dari tadi ngeliatin aku terus?" tanya Hans tiba-tiba.dan langsung membuat Nadine salah tingkah
"ahh...enggak kok" jawabnya tersipu..
"ada problem? hari ini kamu gak sepeti biasa?" tanya Hans sambil menatap lurus ke mata Nadine ..Nadine cuma menggeleng bimbang..
besok Nadine akan pindah ke malaysia ..ia sebenarnya ingin mengatakan ya pada Hans,tapi takut ....takut kalau Hans jadi sedih terlebih lagi dirinya pasti akan kelihatan lebay dihadapan Hans kalau memperlihatkan kesedihanya..itulah sebabnya sedari tadi Nadine melihat wajah Hans terus,,seolah ingin mengukir wajah itu direlung hatinya terdalam,,karena ia sama sekali tak ingin melupakan wajah itu ..wajah sahabat yang pernah dimilikinya.
"kenapa? naksir ya?"canda Hans memecah keheningan .Nadine jadi ikut tertawa geli melihat mata Hans yang terlihat kocak.
"ih...ngarep.."jawabanya seraya mencubit lengan Hans gemes
"hei ...sakit tau" teriak Hans kesakitan ,,rupanya Nadine terlalu keras mencubit..dan memang sengaja ,,,supaya Hans kelak mengingat cubitan itu dan mengingatnya....
aku critain kepindahanku atau tidak yaa?? batin Nadine bimbang ..tapi kan aku bisa telephonatau BBM dia kalau ingin ngobrol atau saling curhat..tapi keinginan Nadine jadi pupus ketika Hans dengan bersemangat menceritakan komik yang baru dibacanya nadine mendengar cerita hans dengan separuh hati ..konsentrasinya terpecah dengan keinginanya..dan akhirnya hari itu ia tak jadi menceritakan kepindahanya
kini Nadine sudah tiba di Malaysia tepatnya di Kuala lumpur . Tiap menit ,bahkan tiap detik ia mencoba menelpon dan sms hans,tapi tidak pernah dibalas.tubuhnya menjadi lemas...separuh jiwanya seakan melayang ketika otaknya membuat kesimpulan bahwa dia sudah kehilangan sahabat sejatinyaHans pasti marah besar padanya....
Air mata Nadine tiba tiba jatuh begitu saja,tanpa bisa dikendalikan.Tadinya setelah di Kuala Lumpur dia akan telephon Hans menceritakan dan alasan kenapa tidak cerita pada Hans tentang kepiindahannya...tapi Hans ternyata benar-benar tidak mau berurusan dengannya lagi.....
Hans maafkan aku batin Nadine menjerit membelah angkasa...
Tahun demi tahun dilalui Nadine tanpa kejadian yang berarti,tanpa adanya sahabat disampingnya.Sampai hari ini ayahnya sudah selesai menjalankan tugasnya sebagai duta besar di Negeri Jiran ini.Dan hari ini juga Nadine sekeluarga kembali ke negara tercinta Indonesia.
Dada Nadine berdebar kencang ketika menginjakkan kakinya di Bandara Soekarno-Hatta. Indonesia ...mengingatkannya pada sosok Hans sahabatnya semasa kecil
Akankah aku bertemu Hans? rasanya mustahil batin Nadine gamang,karena dulu Nadine ketemu Hans di Bandung...dan sekarang keluarganya akan tinggal di Jakarta.
"Kita sudah sampai sayang ".Kata mama Nadine membuyarkan lamunannya.Taksi yang ditumpanginya berhenti di depan sebuah rumah berwarna kuning dan berpagar tinggi.
"Ini rumah baru kita ya Ma?".Tanya Nadine penasaran.Mama dan Papanya mengangguk serempak
"tentu saja ....ayo kita turun...".Ajak Mama Nadine sambil mengemasi barang-barang bawaannya
Nadine menghela nafas lega.Barusan dia dia mengetahui kalau dirinya diterima di Universitas Tri sakti dari dulu ia memang punya cita-cita kuliah di sini,dan sekarang kesampaian
Langkahnya terhenti di sebatang pohon flamboyan yang sedang berbunga indah sekali...pohon ini mengingatkannya pada Hans...dulu mereka suka sekali duduk di bawah pohon flamboyan di dekat rumah hans,saling berbagi cerita,bercanda kadang juga bertengkar sengit,sampai tidak saling sapa beberapa hari...tapi kemudian baikan lagi
Tanpa disadarinya senyumnya mulai mengembang ketika mengingat kenangan itu...tapi senyum itu tiba-tiba menghilang ketika dari belakang seseorang menubruknya dengan keras,buku-buku yang dibawahnya otomatis berjatuhan
"Maaf...maaf".Kata cowok itu sambil memunguti buku-buku Nadin.
"Maaf...aku terburu-buru....".cowok itu menyerahkan buku-buku itu pada Nadine...kalimatnya terputus ketika dia sadar siapa yang ada di hadapannya.Nadine juga memandang takjub
"Hans..!!".seru Nadine gembira,seraya menerima buku yang disodorkan Hans.Hans terlihat mengatupkan rahangnya dengan keras.Pandangannya menjadi dingin,sedingin salju,lantas buru-buru cowok itu berlalu.
"hans...Hans ".Panggil Nadin,seraya mengejar langkah cowok itu.Tapi langkahnya kalah cepat dengan langkah Hans.Nadin ter tinggal jauh dan hanya mampu menatap Hans yang menghilang dibalik koridor kampus.
Hans kuliah di Tri Sakti juga ???...ini benar benar kejutan yang menyenangkan...apakah Hans juga bertempat tinggal di Jakarta juga?? dan seperti dugaannya Hans masih marah padanya.
Maafkan aku Hans ...batin Nadine sedih matanya tiba-tiba berkaca-kaca...buru buru ia mengusapnya dengan ujung lengan bajunya.
Muncul keinginan yang tiba tiba terbersit di kepalanya.Aku ingin cari Hans...ingin minta maaf padanya.
sejak pertemuan itu ,hampir tiap hari Nadine meluangkan waktunya untuk mencari Hans,tapi sampai sejauh ini hasilnya nihil ,Hans seolah menghilag begitu saja....Nadin hampir putus asa.
Siang ini Ia sengaja menuju pohon flamboyan tempat pertemuannya kembali dengan Hans.
Nadin duduk disebuah batu yang cukup besar dibawah pohon itu.Nyaman sekali udara disini...batin Nadin seraya menikmati semilir angin yang mengusap wajahnya.
Dibukanya buku yang berisi catatan mata kuliah yang menurutnya agak membingungkan.Entah sudah berapa lama ia membaca ketika Nadine menyadari ada seseorang yang duduk diam diam disampingnya.Dan ketika ia menoleh ,didapatinya Hans yang menatapnya dengan pandangan yang sulit untuk diartikan.
BERSAMBUNG
Selasa, 20 Agustus 2013
Suatu hari di lembah kupu-kupu
"Kita sudah sampai Debi"....kata Roy sambil menghentikan motornya .Debi turun dari boncengan Roy.Sejenak ia tertegun memandang pemandangan yang terpampang didepan matanya.Gunung tampak menjulang ,,alang alang yang seperti lautan,,burung berkejaran dan aneka kupu-kupu berterbangan ,,...tempat inikah yang dinamakan lembah kupu-kupu? Debi berdecak kagum .
"Bagaimana indah bukan?" tanya Roy ..tiba-tiba Debi cuma mengangguk angguk saking terpesonanya ...
sejenak keduanya membisu,,menikmati semilir angin yang sejuk mengusap tubuh mereka
"Debi ...kamu tahu nggak ..kenapa aku ajak kamu kesini?"...
"nggak" jawab Debi agak berdebar,karena sejak ia dekat dengan Roy ,,Debi jadi tahu kalau Roy adalah cowok romantis yang suka kasih kejutan apa lagi yang akan dia lakukan ...hening...Roy menghela nafas panjang...
"memangnya ada apa ?" tanya Debi memecah keheningan
"Aku ingin mengatakan ....kalau sebaiknya kita putus aja" jawab Roy mantap...Debi tertegun ...otaknya masih mencerna ucapan Roy barusan .
"Sorry ..aku sebenarnya mendekati kamu untuk memenangkan taruhan" ucap Roy seperti berbisik....
beberapa kali Debi menghela nafas menentramkan jantungnya yang berdebar kencang....tapi tiba-tiba ia tersenyum manis,,Roy jadi heran..
"hey kenapa kamu?..kamu sedih?" ...tanya Roy diantara keherananya ,,,biasanya reaksi cewek yang diputus cinta olehnya ,kalau tidak sedih ya marah besar ,,tapi ini kenapa malah senyum ,,dimana sedihnya ?
"Terima kasih" ucap debi seolah tanpa beban .
"untuk apa?" Roy masih heran..Tiba-tiba angin berhembus kencang..debi merapatkan jaketnya ...ditatapnya Roy lurus dimatanya..
"karena sebenarnya aku ngedeketin kamu juga nggak tulus mencintai..aku malah takut menyinggung perasaanmu jika aku bilang putus duluan"...suara debi agak gemetar,..Roy terpaku ,jadi selama jalan denganya Debi selingkuh? batin Roy mulai gamang..
"aku ngedeketin kamu supaya nantinya aku bisa deket dengan Vino..."jelas Debi yang membuat Roy salah tingkah
"Vino?" ulang Roy tak yakin..
"iya Vino sahabatmu itu?"...hening sejenak ,Debi merasa lega sudah memaparkan perasaan yang selama ini di pendamnya rapat-rapat dalam hatinya ..kenyataan yang dia dapat ketika dekat dengan roy membuat Debi punya kesimpulan kalau Roy bukan orang yang tepat untuknya ..sedari semula Debi memang ada hati pada Vino
"Apa kamu tahu kalau Vino yang merencanakan taruhan untuk memacari kamu ,,dan dia sudah bertaruh banyak untuk ini semua?" kata Roy keki,dia tiba-tiba merasa ingin menyakiti hati cewek ini..Debi agak kaget matanya sampai melotot,tapi tiba-tiba dia tertawa terpingkal-pingkal
"ha..ha..ha.." tertawa Debi begitu keras sampai mengagetkan burung-burung dan kupu-kupu yang semakin ramai berterbangan menjauhinya..
"Debi...kamu kenapa?kamu tidak jadi gila kan?" Roy menatap Debi khawatir ,Debi semakin keras tertawa..
"nggak..nggak jangan kuatir..aku tidak gila "jawab Debi setelah tertawa nya reda
"kenapa jatuh cinta sama Vino?dia itu tidak tampan ..juga tidak pintar..Vino itu cuma ...duitnya aja yang banyak ."
"kalau Vino tidak tampan dan banyak duit itu benar ..tapi siapa bilang dia tidak pintar?buktinya kamu yang katamu otak brilian mampu di permainkan olehnya"
"apa maksudmu?" tanya Roy penasaran
"Vino dengan duitnya sangat bisa mengendalikankamu buat menghibur dirinya ,,menyaksikan kamu bersusah payah melakukan berbagai cara buat menaklukan hati cewek-cewek ,,bukankah itu sangat menghiburnya?" ucap Debi lirih ,tapi ucapan Debi membuat tamparan yang luar biasa menyakitkan hati Roy ..memang ada benarnya sih...batin Roy mengakui..
"tapi tenang aja roy ..bukan karena Vino banyak duit aku suka dia..tapi karena aku juga tidak tahu kenapa aku suka sama Vino ...tidak ada alasan yang tepat untuk menjelaskan perasaanku" ucap Debi melan kolis ,Roy menangkap kesungguhan pada nada bicaranya..
"Debi...aku minta ma'af ." ujar Roy tulus karena tadinya ingin menyakiti hati Debi
"untuk apa?" kamu sama sekali tidak bersalah ,,kalau pun kamu merasa bersalah kamu cukup menebusnya dengan ngedeketin aku sama Vino "kata Debi cerdik ...Roy cuma mengangguk kan kepala dengan lesu..kali ini aku benar-benar kena batu nya ..batin Roy...
bersambung...
"Bagaimana indah bukan?" tanya Roy ..tiba-tiba Debi cuma mengangguk angguk saking terpesonanya ...
sejenak keduanya membisu,,menikmati semilir angin yang sejuk mengusap tubuh mereka
"Debi ...kamu tahu nggak ..kenapa aku ajak kamu kesini?"...
"nggak" jawab Debi agak berdebar,karena sejak ia dekat dengan Roy ,,Debi jadi tahu kalau Roy adalah cowok romantis yang suka kasih kejutan apa lagi yang akan dia lakukan ...hening...Roy menghela nafas panjang...
"memangnya ada apa ?" tanya Debi memecah keheningan
"Aku ingin mengatakan ....kalau sebaiknya kita putus aja" jawab Roy mantap...Debi tertegun ...otaknya masih mencerna ucapan Roy barusan .
"Sorry ..aku sebenarnya mendekati kamu untuk memenangkan taruhan" ucap Roy seperti berbisik....
beberapa kali Debi menghela nafas menentramkan jantungnya yang berdebar kencang....tapi tiba-tiba ia tersenyum manis,,Roy jadi heran..
"hey kenapa kamu?..kamu sedih?" ...tanya Roy diantara keherananya ,,,biasanya reaksi cewek yang diputus cinta olehnya ,kalau tidak sedih ya marah besar ,,tapi ini kenapa malah senyum ,,dimana sedihnya ?
"Terima kasih" ucap debi seolah tanpa beban .
"untuk apa?" Roy masih heran..Tiba-tiba angin berhembus kencang..debi merapatkan jaketnya ...ditatapnya Roy lurus dimatanya..
"karena sebenarnya aku ngedeketin kamu juga nggak tulus mencintai..aku malah takut menyinggung perasaanmu jika aku bilang putus duluan"...suara debi agak gemetar,..Roy terpaku ,jadi selama jalan denganya Debi selingkuh? batin Roy mulai gamang..
"aku ngedeketin kamu supaya nantinya aku bisa deket dengan Vino..."jelas Debi yang membuat Roy salah tingkah
"Vino?" ulang Roy tak yakin..
"iya Vino sahabatmu itu?"...hening sejenak ,Debi merasa lega sudah memaparkan perasaan yang selama ini di pendamnya rapat-rapat dalam hatinya ..kenyataan yang dia dapat ketika dekat dengan roy membuat Debi punya kesimpulan kalau Roy bukan orang yang tepat untuknya ..sedari semula Debi memang ada hati pada Vino
"Apa kamu tahu kalau Vino yang merencanakan taruhan untuk memacari kamu ,,dan dia sudah bertaruh banyak untuk ini semua?" kata Roy keki,dia tiba-tiba merasa ingin menyakiti hati cewek ini..Debi agak kaget matanya sampai melotot,tapi tiba-tiba dia tertawa terpingkal-pingkal
"ha..ha..ha.." tertawa Debi begitu keras sampai mengagetkan burung-burung dan kupu-kupu yang semakin ramai berterbangan menjauhinya..
"Debi...kamu kenapa?kamu tidak jadi gila kan?" Roy menatap Debi khawatir ,Debi semakin keras tertawa..
"nggak..nggak jangan kuatir..aku tidak gila "jawab Debi setelah tertawa nya reda
"kenapa jatuh cinta sama Vino?dia itu tidak tampan ..juga tidak pintar..Vino itu cuma ...duitnya aja yang banyak ."
"kalau Vino tidak tampan dan banyak duit itu benar ..tapi siapa bilang dia tidak pintar?buktinya kamu yang katamu otak brilian mampu di permainkan olehnya"
"apa maksudmu?" tanya Roy penasaran
"Vino dengan duitnya sangat bisa mengendalikankamu buat menghibur dirinya ,,menyaksikan kamu bersusah payah melakukan berbagai cara buat menaklukan hati cewek-cewek ,,bukankah itu sangat menghiburnya?" ucap Debi lirih ,tapi ucapan Debi membuat tamparan yang luar biasa menyakitkan hati Roy ..memang ada benarnya sih...batin Roy mengakui..
"tapi tenang aja roy ..bukan karena Vino banyak duit aku suka dia..tapi karena aku juga tidak tahu kenapa aku suka sama Vino ...tidak ada alasan yang tepat untuk menjelaskan perasaanku" ucap Debi melan kolis ,Roy menangkap kesungguhan pada nada bicaranya..
"Debi...aku minta ma'af ." ujar Roy tulus karena tadinya ingin menyakiti hati Debi
"untuk apa?" kamu sama sekali tidak bersalah ,,kalau pun kamu merasa bersalah kamu cukup menebusnya dengan ngedeketin aku sama Vino "kata Debi cerdik ...Roy cuma mengangguk kan kepala dengan lesu..kali ini aku benar-benar kena batu nya ..batin Roy...
bersambung...
Jumat, 09 Agustus 2013
si Keren yang Tidak Oke
Mata Danti melotot ketika melihat jam dipergelangan tangannya menunjukkan pukul 06.50,tampak keterkejutan yang sangat di wajahnya
"Astaghfirullohhal adzim!! aku pasti terlambat lagi" gumamnya seraya berlari dengan kecepatan tinggi.Larinya semakin dipercepat ketika terbayang wajah Pak Doni,guru kimianya yang super killer dan paling benci pada muridnya yang datang terlambat.
"Bruuukkk" bunyi tumpukan buku yang jatuh ketika Danti tanpa sadar menubruk seseorang...
"Ya Tuhaaan...maaf...maaf aku tidak sengaja" ucapnya gugup dan spontan memungut buku- buku yang terjatuh tadi.
Danti baru menyadari siapa yang ditubruknya ketikadia menyerahkan buku yang dipungutnya kepada pemiliknya....
.Dipandangnya wajah didepannya dengan perasaan yang bercampur aduk.cowok didepannya namanya Kevin julukannya Sikeren yang Judes atau mungkin si Keren yang Tidak oke atau apalah julukan yang diberikan oleh teman temannya.. Danti lupa.
"Kamu pikir setelah menjatuhka buku-bukuku hanya bisa diselesaikan sengan minta maaf?"Tanya Kevin dengan nada sinis.Hati Danti menjadi ciut.
"ee...ee terus apa yang mesti aku lakukan?"Tanyanya bimbang.
"Traktir aku di kantin, nanti jam istirahat" Seru Kevin dengan suara menggelegar.
"Oke...oke, sorry aku buru-buru".Sahut Danti tergopoh -gopoh dan langsung berlari super kencang ke kelasnya.kian terbayang wajah Pak Doni yang sangar di depan matanya.
"Alhamdulillah...ternyata aku belum terlambat:.Gumamnya lega,begitu tiba di kelas
"heh! aku lihat tadi kamu ada masalah ya ..dengan si Kevin".Cika teman sebangkunya menyenggol lengannya pelan.
"iya ...tadi aku menubruknya,bukunya terjatuh semuanya,dan celakanya dia minta aku mentraktirnya istirahat nanti"keluh Danti lirih.
"suit...suit dia ngajak kencan nih ceritanya".Goda Cika
"husssh ...jangan ngomong sembarangan...mana mau cowok sekeren dia kencan sama aku...si Jimmy aja tuh yang katanya cowok terjelek di kelas ini,nggak bakalan mau kencan sama aku"
"Lha siapa tahu Kevin mau...hi..hi...hi".Cika terkikik geli.Danti mencubit Cika dengan gemas,tapi Cika tetap tertawa-tawa geli membayangkan Kevin berkencan dengan Danti si cewek buruk rupa dan pakaikaca mata jadul pula.
"Kevin cuma ingin menghukumku".Gumam Danti sedih,Cika menghentikan tawanya lantas memandang temannya dengan iba
"Sorry deh...aku kan cuma bercanda"
Danti mengangguk,kemudian dikeluarkannya buku kimianya,ketika di depan kelas dilihatnyaPak Doni sudah melangkahkan kakinya kearah meja kebesarannya.
Sepanjang pelajaran kimia berlangsung ,Danti tidak dapat konsentrasi sepenuhnya,sebagian pikirannya terpusat pada Kevin.Mau apa dia minta ditraktir segala....pasti mau memaki aku ,karena tadi tidak sempat...keluhnya dalam hati...ahh untung aku tadi bawa uang,coba kalau uangku ketinggalan di rumah....pasti lebih celaka lagi.
Bel istirahat berdering -dering ,dengan agak berlari Danti segera menghambur menuju kantin,tak dihiraukannya Cika yang berdehem -dehem menggodanya.Karena bagai manapun juga dia harus mempertanggung jawabkan perbuatannya.Itu adalah prinsip hidup Danti.
Kevin melambaikan tangannya ketika melihat Danti mencari-carinya.
"Disini!!!!"Serunya.Danti buru-buru menghampiri.lalu duduk tepat di depannya.Gila betul Kevin sudah memenuhi meja di depannya dengan aneka makanan....wuiiiih banyak benar.Danti jadi sibuk menghitung ....kira -kira cukup nggak ya uang yang dibawanya....
"Hey...ayo makan!!!".Kevin menyodorkan semangkuk bakso pada Danti
"oh...ya,,ya thank's"Danti menerimanya dengan gugup.lantas disendoknya mie bakso itu pelan-pelan.Dia tahu Kevin mengawasinya.
"ehm...masalah yang tadi itu ...aku benar -benar minta maaf".Ujar Danti lirih
"Kau sudah menggantinya dengan mentraktirku".Sahut Kevin sambil menyantap baksonya dengan lahap.Danti jadi takjub melihatnya.Pantesan badannya tinggi besar begitu...selera makannya bagus banget...
"Kenapa melihatku terus".Suara Kevin terdengar ketus.
"oh...maaf".Danti menundukkan wajahnya yang berubah memerah,Waduuuuh kenapa aku ini???kenapa mata ini selalu ingin selalu melihatnya ...batinnya agak geram.
Tak lama kemudian Kevin sudah menghabiskan semua makanan yang ada di meja,dan Danti mendengar Kevin memanggil pelayan kantin.Danti buru-buru mengeluarkan dompetnya.Mas Tanu pelayan kantin itu menyerahkan bon pada Danti.Danti melihat bon dengan berdebar-debar
di bon itu tertulis angka seratus lima puluh ribu rupiah.Danti terkejut waduuuuuh uangku kurang limapuluh ribu....batinnya..tiba-tiba wajahnya jadi pucat.
"mas Tanu...uangku kurang nih...".Bisik Danti pada Mas Tanu yang cuma cengar -cengir,maklum ,soalnya sudah terlalu sering mengalami kejadian semacam itu.
"Ini aku bayar yang seratus ribu dulu ya....yang lima puluh ribu besok".Bisik Danti lagi
"Beres neng".Jawab Mas Tanu seraya menerima uang Danti,lantas berlau.Danti jadi bingung ketika Kevin melihatnya dengan pandangan yang sulit diterjemahkan.
"Thank's ya sudah traktir aku".Kata Kevin pada Danti yang masih terbengong-bengong ,kemudian berlalu.Mungkin sebutan si Keren yang Tidak Oke memang pantas buatnya.tapi yang lebih parah lagi adalah....kenapa hati Danti jadi berdebar keras ketika mendengar suara Kevin....jangan-jangan......
bersambung...
"Astaghfirullohhal adzim!! aku pasti terlambat lagi" gumamnya seraya berlari dengan kecepatan tinggi.Larinya semakin dipercepat ketika terbayang wajah Pak Doni,guru kimianya yang super killer dan paling benci pada muridnya yang datang terlambat.
"Bruuukkk" bunyi tumpukan buku yang jatuh ketika Danti tanpa sadar menubruk seseorang...
"Ya Tuhaaan...maaf...maaf aku tidak sengaja" ucapnya gugup dan spontan memungut buku- buku yang terjatuh tadi.
Danti baru menyadari siapa yang ditubruknya ketikadia menyerahkan buku yang dipungutnya kepada pemiliknya....
.Dipandangnya wajah didepannya dengan perasaan yang bercampur aduk.cowok didepannya namanya Kevin julukannya Sikeren yang Judes atau mungkin si Keren yang Tidak oke atau apalah julukan yang diberikan oleh teman temannya.. Danti lupa.
"Kamu pikir setelah menjatuhka buku-bukuku hanya bisa diselesaikan sengan minta maaf?"Tanya Kevin dengan nada sinis.Hati Danti menjadi ciut.
"ee...ee terus apa yang mesti aku lakukan?"Tanyanya bimbang.
"Traktir aku di kantin, nanti jam istirahat" Seru Kevin dengan suara menggelegar.
"Oke...oke, sorry aku buru-buru".Sahut Danti tergopoh -gopoh dan langsung berlari super kencang ke kelasnya.kian terbayang wajah Pak Doni yang sangar di depan matanya.
"Alhamdulillah...ternyata aku belum terlambat:.Gumamnya lega,begitu tiba di kelas
"heh! aku lihat tadi kamu ada masalah ya ..dengan si Kevin".Cika teman sebangkunya menyenggol lengannya pelan.
"iya ...tadi aku menubruknya,bukunya terjatuh semuanya,dan celakanya dia minta aku mentraktirnya istirahat nanti"keluh Danti lirih.
"suit...suit dia ngajak kencan nih ceritanya".Goda Cika
"husssh ...jangan ngomong sembarangan...mana mau cowok sekeren dia kencan sama aku...si Jimmy aja tuh yang katanya cowok terjelek di kelas ini,nggak bakalan mau kencan sama aku"
"Lha siapa tahu Kevin mau...hi..hi...hi".Cika terkikik geli.Danti mencubit Cika dengan gemas,tapi Cika tetap tertawa-tawa geli membayangkan Kevin berkencan dengan Danti si cewek buruk rupa dan pakaikaca mata jadul pula.
"Kevin cuma ingin menghukumku".Gumam Danti sedih,Cika menghentikan tawanya lantas memandang temannya dengan iba
"Sorry deh...aku kan cuma bercanda"
Danti mengangguk,kemudian dikeluarkannya buku kimianya,ketika di depan kelas dilihatnyaPak Doni sudah melangkahkan kakinya kearah meja kebesarannya.
Sepanjang pelajaran kimia berlangsung ,Danti tidak dapat konsentrasi sepenuhnya,sebagian pikirannya terpusat pada Kevin.Mau apa dia minta ditraktir segala....pasti mau memaki aku ,karena tadi tidak sempat...keluhnya dalam hati...ahh untung aku tadi bawa uang,coba kalau uangku ketinggalan di rumah....pasti lebih celaka lagi.
Bel istirahat berdering -dering ,dengan agak berlari Danti segera menghambur menuju kantin,tak dihiraukannya Cika yang berdehem -dehem menggodanya.Karena bagai manapun juga dia harus mempertanggung jawabkan perbuatannya.Itu adalah prinsip hidup Danti.
Kevin melambaikan tangannya ketika melihat Danti mencari-carinya.
"Disini!!!!"Serunya.Danti buru-buru menghampiri.lalu duduk tepat di depannya.Gila betul Kevin sudah memenuhi meja di depannya dengan aneka makanan....wuiiiih banyak benar.Danti jadi sibuk menghitung ....kira -kira cukup nggak ya uang yang dibawanya....
"Hey...ayo makan!!!".Kevin menyodorkan semangkuk bakso pada Danti
"oh...ya,,ya thank's"Danti menerimanya dengan gugup.lantas disendoknya mie bakso itu pelan-pelan.Dia tahu Kevin mengawasinya.
"ehm...masalah yang tadi itu ...aku benar -benar minta maaf".Ujar Danti lirih
"Kau sudah menggantinya dengan mentraktirku".Sahut Kevin sambil menyantap baksonya dengan lahap.Danti jadi takjub melihatnya.Pantesan badannya tinggi besar begitu...selera makannya bagus banget...
"Kenapa melihatku terus".Suara Kevin terdengar ketus.
"oh...maaf".Danti menundukkan wajahnya yang berubah memerah,Waduuuuh kenapa aku ini???kenapa mata ini selalu ingin selalu melihatnya ...batinnya agak geram.
Tak lama kemudian Kevin sudah menghabiskan semua makanan yang ada di meja,dan Danti mendengar Kevin memanggil pelayan kantin.Danti buru-buru mengeluarkan dompetnya.Mas Tanu pelayan kantin itu menyerahkan bon pada Danti.Danti melihat bon dengan berdebar-debar
di bon itu tertulis angka seratus lima puluh ribu rupiah.Danti terkejut waduuuuuh uangku kurang limapuluh ribu....batinnya..tiba-tiba wajahnya jadi pucat.
"mas Tanu...uangku kurang nih...".Bisik Danti pada Mas Tanu yang cuma cengar -cengir,maklum ,soalnya sudah terlalu sering mengalami kejadian semacam itu.
"Ini aku bayar yang seratus ribu dulu ya....yang lima puluh ribu besok".Bisik Danti lagi
"Beres neng".Jawab Mas Tanu seraya menerima uang Danti,lantas berlau.Danti jadi bingung ketika Kevin melihatnya dengan pandangan yang sulit diterjemahkan.
"Thank's ya sudah traktir aku".Kata Kevin pada Danti yang masih terbengong-bengong ,kemudian berlalu.Mungkin sebutan si Keren yang Tidak Oke memang pantas buatnya.tapi yang lebih parah lagi adalah....kenapa hati Danti jadi berdebar keras ketika mendengar suara Kevin....jangan-jangan......
bersambung...
Langganan:
Postingan (Atom)