"apa??? harus pindah lagi".tanya Nadine antara marah dan kecewa..mamanya mengangguk pelan seolah mengerti apa yang dipikirkan Nadine,di belainya rambut putrinya dengan sayang
"tapi Nadine baru saja dapat teman...mama tahu nggak?cari teman bagi Nadine itu sulitnya minta ampun " keluh Nadine separuh menangis..
"mama tahu sayang ,,,tapi mau bagaimana lagi ....inikan sudah menjadi tugas papa" jawab mamanya seperti berbisik ..kini Nadine benar-benar tersisak di pelukan mama ..terbayang wajah Hans yang belum lama menjadi temanya ..mungkin satu-satu nya teman yang dekat denganya,,tempat curhat,tempat dia berbagi suka dan duka..tak ada teman yang sebaik Hans
"kok dari tadi ngeliatin aku terus?" tanya Hans tiba-tiba.dan langsung membuat Nadine salah tingkah
"ahh...enggak kok" jawabnya tersipu..
"ada problem? hari ini kamu gak sepeti biasa?" tanya Hans sambil menatap lurus ke mata Nadine ..Nadine cuma menggeleng bimbang..
besok Nadine akan pindah ke malaysia ..ia sebenarnya ingin mengatakan ya pada Hans,tapi takut ....takut kalau Hans jadi sedih terlebih lagi dirinya pasti akan kelihatan lebay dihadapan Hans kalau memperlihatkan kesedihanya..itulah sebabnya sedari tadi Nadine melihat wajah Hans terus,,seolah ingin mengukir wajah itu direlung hatinya terdalam,,karena ia sama sekali tak ingin melupakan wajah itu ..wajah sahabat yang pernah dimilikinya.
"kenapa? naksir ya?"canda Hans memecah keheningan .Nadine jadi ikut tertawa geli melihat mata Hans yang terlihat kocak.
"ih...ngarep.."jawabanya seraya mencubit lengan Hans gemes
"hei ...sakit tau" teriak Hans kesakitan ,,rupanya Nadine terlalu keras mencubit..dan memang sengaja ,,,supaya Hans kelak mengingat cubitan itu dan mengingatnya....
aku critain kepindahanku atau tidak yaa?? batin Nadine bimbang ..tapi kan aku bisa telephonatau BBM dia kalau ingin ngobrol atau saling curhat..tapi keinginan Nadine jadi pupus ketika Hans dengan bersemangat menceritakan komik yang baru dibacanya nadine mendengar cerita hans dengan separuh hati ..konsentrasinya terpecah dengan keinginanya..dan akhirnya hari itu ia tak jadi menceritakan kepindahanya
kini Nadine sudah tiba di Malaysia tepatnya di Kuala lumpur . Tiap menit ,bahkan tiap detik ia mencoba menelpon dan sms hans,tapi tidak pernah dibalas.tubuhnya menjadi lemas...separuh jiwanya seakan melayang ketika otaknya membuat kesimpulan bahwa dia sudah kehilangan sahabat sejatinyaHans pasti marah besar padanya....
Air mata Nadine tiba tiba jatuh begitu saja,tanpa bisa dikendalikan.Tadinya setelah di Kuala Lumpur dia akan telephon Hans menceritakan dan alasan kenapa tidak cerita pada Hans tentang kepiindahannya...tapi Hans ternyata benar-benar tidak mau berurusan dengannya lagi.....
Hans maafkan aku batin Nadine menjerit membelah angkasa...
Tahun demi tahun dilalui Nadine tanpa kejadian yang berarti,tanpa adanya sahabat disampingnya.Sampai hari ini ayahnya sudah selesai menjalankan tugasnya sebagai duta besar di Negeri Jiran ini.Dan hari ini juga Nadine sekeluarga kembali ke negara tercinta Indonesia.
Dada Nadine berdebar kencang ketika menginjakkan kakinya di Bandara Soekarno-Hatta. Indonesia ...mengingatkannya pada sosok Hans sahabatnya semasa kecil
Akankah aku bertemu Hans? rasanya mustahil batin Nadine gamang,karena dulu Nadine ketemu Hans di Bandung...dan sekarang keluarganya akan tinggal di Jakarta.
"Kita sudah sampai sayang ".Kata mama Nadine membuyarkan lamunannya.Taksi yang ditumpanginya berhenti di depan sebuah rumah berwarna kuning dan berpagar tinggi.
"Ini rumah baru kita ya Ma?".Tanya Nadine penasaran.Mama dan Papanya mengangguk serempak
"tentu saja ....ayo kita turun...".Ajak Mama Nadine sambil mengemasi barang-barang bawaannya
Nadine menghela nafas lega.Barusan dia dia mengetahui kalau dirinya diterima di Universitas Tri sakti dari dulu ia memang punya cita-cita kuliah di sini,dan sekarang kesampaian
Langkahnya terhenti di sebatang pohon flamboyan yang sedang berbunga indah sekali...pohon ini mengingatkannya pada Hans...dulu mereka suka sekali duduk di bawah pohon flamboyan di dekat rumah hans,saling berbagi cerita,bercanda kadang juga bertengkar sengit,sampai tidak saling sapa beberapa hari...tapi kemudian baikan lagi
Tanpa disadarinya senyumnya mulai mengembang ketika mengingat kenangan itu...tapi senyum itu tiba-tiba menghilang ketika dari belakang seseorang menubruknya dengan keras,buku-buku yang dibawahnya otomatis berjatuhan
"Maaf...maaf".Kata cowok itu sambil memunguti buku-buku Nadin.
"Maaf...aku terburu-buru....".cowok itu menyerahkan buku-buku itu pada Nadine...kalimatnya terputus ketika dia sadar siapa yang ada di hadapannya.Nadine juga memandang takjub
"Hans..!!".seru Nadine gembira,seraya menerima buku yang disodorkan Hans.Hans terlihat mengatupkan rahangnya dengan keras.Pandangannya menjadi dingin,sedingin salju,lantas buru-buru cowok itu berlalu.
"hans...Hans ".Panggil Nadin,seraya mengejar langkah cowok itu.Tapi langkahnya kalah cepat dengan langkah Hans.Nadin ter tinggal jauh dan hanya mampu menatap Hans yang menghilang dibalik koridor kampus.
Hans kuliah di Tri Sakti juga ???...ini benar benar kejutan yang menyenangkan...apakah Hans juga bertempat tinggal di Jakarta juga?? dan seperti dugaannya Hans masih marah padanya.
Maafkan aku Hans ...batin Nadine sedih matanya tiba-tiba berkaca-kaca...buru buru ia mengusapnya dengan ujung lengan bajunya.
Muncul keinginan yang tiba tiba terbersit di kepalanya.Aku ingin cari Hans...ingin minta maaf padanya.
sejak pertemuan itu ,hampir tiap hari Nadine meluangkan waktunya untuk mencari Hans,tapi sampai sejauh ini hasilnya nihil ,Hans seolah menghilag begitu saja....Nadin hampir putus asa.
Siang ini Ia sengaja menuju pohon flamboyan tempat pertemuannya kembali dengan Hans.
Nadin duduk disebuah batu yang cukup besar dibawah pohon itu.Nyaman sekali udara disini...batin Nadin seraya menikmati semilir angin yang mengusap wajahnya.
Dibukanya buku yang berisi catatan mata kuliah yang menurutnya agak membingungkan.Entah sudah berapa lama ia membaca ketika Nadine menyadari ada seseorang yang duduk diam diam disampingnya.Dan ketika ia menoleh ,didapatinya Hans yang menatapnya dengan pandangan yang sulit untuk diartikan.
BERSAMBUNG
Tidak ada komentar:
Posting Komentar